the place where hungry mind and starving brain are feeded
Tentang patung polisi yang suka dipasang di depan pos penjagaan di tepi-tepi jalan-jalan kota, ibu mertuaku sekali bilang kalau sekarang ini sudah bagus patungnya. Sudah sangat mirip dengan polisi aslinya, polisi yang juga manusia. Wah, berarti sudah bagus dong? Iya bagus, sudah susah membedakan mana yang polisi asli mana yang patung.
Sejurus kemudian ibu mertuaku bilang lagi, gampang sebenarnya membedakan mana yang patung mana yang asli. Lihat saja dari masker yang menutupi hidung dan mulut polisi asli. Pikir punya pikir, bener juga ya? Maklumlah, tingkat polusi di kota Surabaya sudah sangat mengkhawatirkan, hingga polisi yang bertugas di jalan memiliki kecenderungan untuk wajib bermasker, kalau tidak dikhawatirkan tidak lama kemudian akan menjadi "patung polisi" juga.
Jadi, rasanya akan lebih baik juga kalau patung polisi juga diberi masker biar jadi peringatan kalau Surabaya sudah sangat berpolusi.